jojo October 5, 2021
penyebab penyakit degeneratif dan cara pencegahannya

Penyebab Penyakit Degeneratif

Sehat24jam.com – Penyebab penyakit degeneratif secara umum adalah rusaknya fungsi sel pada bagian organ tubuh yang mampu melakukan perusakan pada sel-sel tubuh pada organ lainnya yang masih baik atau sehat.

Untuk tingkat risiko penderita penyakit degeneratif manusia dengan usia lanjut memiliki tingkatan lebih dibandingkan dengan manusia yang masih berusia muda. Risiko tersebut berkaitan dengan beberapa faktor yang akan kita jelaskan di bagian akhir tulisan ini.

Beberapa Gejala seperti buram penglihatan, tidak sadarkan diri, sakit pada bagian tubuh, kelumpuhan merupakan beberapa contoh yang biasa dirasakan penderita penyakit degeneratif sebelumnya, ini bisa diantisipasi dengan konsep deteksi dini, yaitu pengenalan gejala yang dirasakan.

Penyebab penyakit degeneratif seperti diabetes misalnya itu diawali dengan rusaknya sel-sel pada kelenjar khususnya area pankreas, ini berhubungan dengan sel hormonal pada manusia.

Penyebab penyakit degeneratif pada penderita gangguan jantung diawali dengan rusaknya sel metabolisme di bagian pembuluh darah, gangguan pada rusaknya sel di pembuluh darah ini pun menjadi penyebab utama.

Bagaimana dengan kondisi seseorang yang mengalami berat badan berlebih ataupun sebaliknya, kekurusan ?. Ini juga ternyata merupakan penyakit degeneratif.  Dengan gejala berupa pola makan yang sangat buruk dan kondisi kelelahan yang sangat, bahkan tidak sedikit yang sampai merasakan perut melilit.

Apa Penyebab Penyakit Degeneratif

Penyebab penyakit degeneratif dengan kondisi obesitas atau kurus badan, adalah rusaknya sel di area endokrin tubuh, selain itu faktor hormonal juga memiliki pengaruh, dengan kerusakan pada kualitas metabolisme hormonal ini, nutrisi asupan makanan tidak tercerna dengan baik dan terjadi penumpukan.

Area Neoplasma Merupakan Penyakit Degeneratif

Penyebab penyakit degeneratif berupa kerusakan sel tubuh di area organ neoplasma menyebabkan tumor bahkan bisa menjadi kanker, gejala yang ditimbulkannya pun sangat beragam.

Benjolan yang keluar dan kasat mata maupun yang terjadi dalam tubuh, merupakan penambahan kelebihan bagian tubuh tertentu secara berlebihan yang berakibat pada suatu benjolan, seolah menjadi daging tumbuh baru.

Beberapa gejala yang berhubungan dengan sel organ tubuh di neoplasma ini selain terjadinya pembelahan daging yang membuat daging baru semakin timbul atau menonjol, ada juga beberapa gejala lainnya seperti kelelahan yang sangat, pembengkakakn, kulit yang berubah bahkan pendarahan seperti layaknya tiroid.

Penyebab Penyakit degeneratif di area osteoporosis

Semua manusia yang sudah memasuki fase tua, seiring penambahan usia, kekuatan tulang dalam tubuhnya tidak akan kuat seperti kala muda, aka nada penurunan kualitas dan fungsi pada sel-sel didalamnya.

Penyebab dari penyakit degeneratif pada tulang ini adalah sebagaimana dijelaskan di atas, yaitu berkurangnya kualitas tulang sebagai penopang dan sel-sel organisme dalam tubuh di area pembentukan tulang.

Selain rentan terhadap terjadinya tulang patah terutama pada lansia, beberapa gejala seperti punggung terasa sakit, pembungkukan pada tubuh, berkurangnya tinggi badan menjadi beberapa gejala yang biasa dirasakan oleh penderita penyakit kerapuhan tulang atau pengeroposan tulang.

Untuk para lanjut usia, sangat baik mengkonsumsi asupan makanan atau minuman yang kaya akan kalsium. Biasanya bisa didapatkan dalam susu berkalsium tinggi.

Penyebab penyakit degeneratif yang paling berperan penting terhadap semua manusia adalah faktor usia atau umur, itulah faktor penyebab yang bahkan kadang tidak bisa terdeteksi sama sekali.

Tapia ada juga yang penyebabnya mampu terdeteksi, seperti beberapa contoh yang sudah diuraikan sebelumnya, sebagai contoh tambahan, pada penyakit degeneratif seperti jantung misalnya, penumpukan plak pada pembuluh darah ternyata menghambat kelancaran aliran darah yang dipompa ke jantung. Adapun yang berkaitan dengan pola hidup diantaranya adalah obesitas.

Apakah resiko yang dirasakan penderita penyakit degeneratif berbeda berdasarkan sisi usia ?, ya tentu saja, karena selain faktor gangguan metabolisme dalam tubuh, faktor usia pun sangat signifikan.

Tahukah Anda, bahwa semua manusia memiliki kemampuan memproduksi hormone, yaitu untuk kaum hawa dinamakan testosterone hormonal sementara untuk laki-laki disbut estrogen hormonal.

Manusia dengan usia yang sudah lanjut, lebih dari 60 tahun proses produksi hormone di dalam tubuhnya sudah tidak efektif lagi, terjadi penurunan yang sangat jauh dibandingkan disaat berusia muda mereka.

Apakah hormone pada setiap manusia ini memiliki peranan penting dalam kehidupan ?. ya sangat memiliki fungsi dan peranan tidak terhingga khususnya pada metabolism tubuh.

Dengan baiknya fungsi metabolisme tubuh manusia, penyebab penyakit degeneratife bisa diantisipasi dengan sendirinya, hanya saja pada manusia lanjut usia sudah tidak bisa dilakukan tawar menawar lagi, bahwa semuanya menjadi berkurang dan menurun.

Contoh fungsi hormonal pada manusia ini diantaranya adalah pada body metabolism, seperti penyebarluasan nutrisi pada makanan ke seluruh jaringan tubuh manusia.

Sebuah contoh berikut ini berkaitan dengan resiko yang dirasakan penderita penyakit degeneratife pada manusia usia lanjut akan semakin membuka mata kita bahwa sangat logis kenapa kaum tua ketika sudah terkena penyakit degeneratif sering terjadi komplikasi, berikut ini contohnya.

Seiring waktu, manusia semakin tua, fungsi hormonal sebagaimana dijelaskan sebelumnya mengalami penurunan kualitas dan fungsi pada proses metabolisme tubuh.

Ketika asupan nutrisi berupa lemak tubuh misalnya, baik yang dihasilkan dari nabati maupun hewani, disebabkan fungsi hormone tidak berjalan baik, maka yang terjadi adalah penumpukan lemak di area tertentu saja, tidak terjadi pemerataan lemak ke seluruh tubuh, obesitas pun terjadi.

Selanjutnya, ketika lansia mengalami obesitas, maka plak-plak yang dihasilkan dari penumpukan lemak yang berulang akan menjadi penghambat saluran pembuluh darah dalam mendistribusikannya ke jantung melalui paru-paru, jika demikian resiko penyakit jantung dan stroke pun semakin besar.

Logis kan ?, itulah penyebab penyakit degeneratife seperti dijelaskan sebelumnya, dengan berbagai gejala yang berbeda beda satu sama lainnya. Kita masih ingat dengan gejala kelumpuhan pada penderita stroke, atau gejala perapuhan tulang pada penderita osteoporosis kan ?.

Dengan gejala itu saja, akan sangat berat untuk lansia melakukan aktifitas olah raga dalam rangka pembakaran lemak sehingga bisa tersebar secara merata ke seluruh tubuh.

Dengan ketidakmampuan itu, suatu kemungkinan besar lemak pun benar-benar tidak merata, hanya menumpuk di area tertentu saja terutama perut. Jadi sangat nyata obesitas pun seolah menjadi jaminan.

Sehingga ada beberapa saran bagi para lansia untuk mulai mengurangi asupan makanan, tidak berlebihan dan sering melakukan puasa. Sebenarnya saran itu bukan hanya berlaku untuk kaum lansia saja, yang masih muda juga akan sangat bagus menjalankannya.

Karena bagaimanapun juga faktor usia bukan segalanya dalam hal penyebab penyakit degeneratife, terlebih bagi para kaum muda dengan gaya hidup modern yang senantiasa menginginkan segala sesuatunya serba instant, termasuk urusan makanan.

Selain itu tingkat stressing dari suatu permasalahan kehidupan pun bisa menjadi penyebab penyakit degeneratif dan itu tidak kenal usia, tua ataupun muda, mengenal penyebab penyakit degeneratife, gejala dan resikonya adalah sangat berfaedah.

Diantara manfaatnya adalah mampu melakukan pengobatan penyakit degeneratif secara efektif dan efisien.

1 thought on “Penyebab Penyakit Degeneratif Gejala dan Resikonya

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*